sesungguhnya, penderitaan kita belum ada apa-apanya....!!!!!!!
Wanita Mulia Cahaya Pertama....
Jumat, 06 Januari 2012
Tears Of Gaza
sesungguhnya, penderitaan kita belum ada apa-apanya....!!!!!!!
Kamis, 05 Januari 2012
FUDHAIL BIN ‘IYADH
Dia adalah Abu Ali, Fudhail bin’ ‘Iyadh bin Mas’ud bin Basyar At-Tamimi.
Lahir di kota Khurasan, tepatnya di daerah Muru. Ayahnya dikenal
sebagai seorang yang takut kepada Allah. la mempunyai dua orang anak,
Ali dan Abu Ubaidah, yang dinyatakan olehnya, “Aku benar-benar
mencintainya karena ia mendampingiku saat aku telah tua.” Ia juga
memiliki pembantu yang pandai bernama Ibrahim bin Al-Asy’ats. Darinya,
Ibrahim mengambil ilmu dan Hadits. Selain pembantu, ia pun memiliki
keledai. Fudhail berkata, “Sungguh aku mengetahui diriku benar-benar
maksiat kepada Allah melalui bumknya perangai pembantu dan keledaiku.”
Fudhail juga bekerja mengurusi kesejahteraan air minum para jamaah haji
di samping mengurusi kebutuhan keluarganya. Fudhail berkata, “Engkau
telah menjadikan aku dan keluargaku lapar dan Engkau biarkan aku berada
dalam kegelapan malam tanpa lampu. Sesungguhnya Engkau melakukan seperti
halnya terhadap para kekasih-Mu. Lalu dengan kedudukan apakah aku
mendapatkan semua ini dari-Mu?”
Di awal hidupnya, Fudhail, selama beberapa waktu, sempat menyimpang. Fudhail bin Musa berkata, “Fudhail bin Iyadh dahulunya seorang perampok di bawah kekuasaan Ayburad dan Sarkhas, namun kemudian ia bertaubat. Sebab taubatnya ialah bahwa ia mencintai seorang wanita. Ketika sedang menaiki sebuah dinding untuk menemui kekasihnya itu, tiba-tiba ia mendengar seseorang sedang membaca ayat, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun [kepada mereka].” (QS. al-Hadid: 16) Ketika mendengar itu, ia menjawab, “Tentu wahai Tuhanku, telah tiba saatnya.” la segera pulang, namun malam membawanya singgah di sebuah bangunan runtuh yang ternyata di dalamnya terdapat beberapa orang yang juga kemalaman. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya, “Mari kita melanjutkan perjalanan.” Temannya menyahut, “Bagaimana kalau di tengah perjalanan ada Fudhail?” Fudhail mendengar percakapan itu. la merenungkannya lantas berkata, “Namaku disebut-sebut di malam hari dalam kemaksiatan sedangkan mereka merasa takut kepadaku. Tidaklah Allah menunjukkanku kepada mereka, melainkan agar aku sadar. Ya Allah, kini aku bertaubat kepada-Mu.”
Lalu Fudhail pergi ke Kufah untuk menuntut ilmu. Dia pun akhirnya menjadi seorang yang ahli dalam Hadits. Fudhail berpaling dari kemewahan duniawi. Sekalipun ribuan dinar di sodorkan kepadanya dari para penguasa dan raja, namun ia menolaknya. ia tidak ingin memasukkan ke dalam perutnya. Kecuali yang jelas-jelas halal karena mengamalkan firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang halal dan yang baik dari apa yang ada di bumi.” Dia selalu mengingat cerita Sa’ad bin Abi Waqqash saat bertutur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah kepada Allah agar aku menjadi orang yang do’anya dikabulkan.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hai Sa’ad, bersihkanlah makananmu, niscaya do’amu dikabulkan. Demi Allah Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya seseorang manakala memasukkan ke dalam dirinya makanan haram, maka ibadahnya ditolak selama empat puluh hari. Dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba, maka neraka paling layak baginya.” Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima, kecuali yang baik.”
Fudhail adalah seorang faqih yang mumpuni. Mengenai ibadah dia pernah berkata, “Seorang hamba tidak akan mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada ibadah fardhu. Ibadah fardhu adalah modal, sedangkan nawafil (amalan sunnah) adalah keuntungan.” Ucapannya ini dipetik dari sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsi yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, “Barangsiapa memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya. Tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari apa yang Aku fardhukan kepadanya. Dan hamba-Ku akan selalu bertaqarrub kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, menjadi matanya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia berbuat, serta menjadi kakinya yang dengannya ia melangkah. Manakala ia meminta kepada-Ku, Aku sungguh memberinya dan jika memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku benar-benar memberinya perlindungan.” (Muttafaq ‘alaih)
Fudhail banyak memberikan nasihat-nasihat. Di antara ungkapan-ungkapan nasihatnya ialah:
“Jauhilahmanusiatanpaharusmeninggalkanjama’ah.”
“Siapa saja yang mencintai pelaku bid’ah, maka amalnya akan dihapus oleh Allah dan akan dikeluarkan dari relung kalbuny a cahaya Islam.”
“Barangsiapa membantu pelaku bid’ ah, berarti ia membantu menghancurkan Islam.”
Pandangan Fudhail bin ‘lyadh tentang Kekuasaan
Fudhail memberi sangat membenci kekuasaan politis. Mengenai hal ini Fudhail berkata, “Seseorang mendekati bangkai yang berbau busuk jauh lebih baik daripada mendekati mereka para penguasa.” Ia juga berkata, “Seandainya ulama bersikap zuhud terhadap dunia, pasti leher-leher para penguasa tiran akan tunduk kepada mereka.” Dia pernah memberi nasihat kepada Imam Suryan bin ‘Uyainah, seorang ulama besar, “Kalian, wahai para ulama, adalah lampu yang menerangi negeri. Tetapi, kemudian kalian menjadi lapisan kegelapan. Kalian adalah bintang yang dijadikan pedoman, namun setelah itu kalian menjadi sesuatu yang membingungkan. Tidakkah seseorang dari kalian malu kepada Allah bila datang kepada para penguasa lalu mendapatkan harta dari mereka, sementara ia tidak mengetahui dari mana asalnya harta itu. Kemudian ia kembali mengajar dengan bersandar pada mihrab seraya berkata, “Si Fulan telah raenceritakan kepadaku dari Si Fulan.” Ia juga berkata, “Mengapa kalian mendekati para penguasa? Padahal betapa besar pemberian mereka kepada kalian; mereka telah meninggalkan jalan akhirat untuk kalian, sementara kalian justru berdesak-desakan di atas jalan dunia.”
Harun al-Rasyid memiliki jalan menuju kemewahan hidup, namun terkadang ia memiliki rasa takut yang sangat kepada Allah. Ia berkata kepada Fudhail, “Betapa zuhudnya engkau.” Fudhail membalas, “Engkau lebih zuhud dariku. Karena zuhudku terhadap dunia dan ia memang sesuatu yang fana, sedangkan zuhudmu terhadap akherat, padahal ia abadi.”
Fudhail dan Al-Quran
Fudhail meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Allah tidak akan menyia-nyiakan seorang hamba yang bangun shalat di tengah malam lalu membaca surat al-Baqarah dan Ali Imran, dan sebaik-baiknya perbendaharaan seorang Mukmin adalah al-Baqarah dan Ali Imran.” Ia pernah bertutur, “Para qari al-Rahman ialah mereka yang memiliki kelembutan dan ketundukan, sedangkan para qari penguasa ialah mereka yang yang memiliki kesombongan, ujub, dan suka meremehkan orang lain.”
Menurut Fudhail, pembawa Al-Quran adalah pembawa bendera Islam. Tidak patut baginya untuk bermain-main seperti orang-orang yang suka bermain-main dan menganggur, juga tidak lalai sebagaimana orang yang biasa lalai.
Fudhail sebagai Ahli Hadits
Fudhail bin ‘lyadh adalah seorang cerdas, kuat hapalannya, dan juga wara’. Tiga sifat ini merupakan modal utama seorang ahli hadits. Dia paham betul tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berdusta kepadaku secara sengaja, maka bersiap-siaplah menempati tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari)
Menurut Ibnu Sa’ad, Fudhail adalah seorang yang tsiqah, pemilik keutamaan, wara’, ahli ibadah, dan banyak menyimpan Hadits. Sementara bagi Imam Nawawi, hadis yang diriwayatkan oleh Fudhail itu Shahih.
Suatu ketika, dia melihat sekelompok ahli hadits bercanda sambil tertawa-tawa. Maka, ia menegur mereka, “Hati-hatilah, wahai pewaris Nabi.” Lalu ia berkata, “Kalian adalah imam yang diikuti.”
Di antara Hadits yang diriwayatkannya ialah, “Di antara yang didapati manusia dari ucapan kenabian pertama kali ialah, “Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.” Ia meriwayatkan juga dan Sayyidah Aisyah bahwa ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahii ‘alaihi wa sallam membalas kezhaliman sama sekali selama tidak berkenaan dengan pelanggaran terhadap apa yang dilarang Allah. Tetapi, bila satu dari larangan-larangan Allah diterjang, maka beliau orang yang paling marah dalam masalah ini. Dan tidaklah beliau diharuskan memilih antara dua pilihan, melainkan memilih yang paling ringan dari keduanya selama itu tidak akan menjadi dosa.” (HR. Muslim)
Fudhail Ahli Tasawuf
Menurut Fudhail, orang yang mengenal Allah dan jalan mahabbah tanpa disertai rasa takut, maka ia akan hancur dengan kegembiraan dan kesenangan. Orang yang mengenal Allah tanpa mengetahui jalannya, ia akan menyimpang dan bertambah jauh dari-Nya. Dan orang yang mengenal Allah melalui jalan keduanya (ma’rifah dan suluk), maka Allah akan mencintainya, mendekatinya, memuliakannya, dan menunjukinya [jalan menuju ke sisi-Nya.
Ketika Abdullah bin Malik bertanya kepadanya, “Bagaimana cara keluar dari persoalan yang membelit?” Ia menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Coba jawab, apakah orang yang taat kepada Allah Ta ‘ala dicelakakan oleh kemaksiatan seseorang?”
“Tidak,” jawab Abdullah.
“Apakah orang yang bermaksiat kepada Allah akan mendapat manfaat dari ketaatan seseorang?” tanyanya lagi.
“Tidak,” Abdullah kembali menjawab.
“Itulah jalan keluar, kalau memang engkau mau,” lanjut Fudhail. Lalu ia membaca ayat, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang murni (bersih dari syirik). ” (QS. az-Zumar: 2-3)
Fudhail meninggal dan dimakamkan di Bab Mushalla.
Di awal hidupnya, Fudhail, selama beberapa waktu, sempat menyimpang. Fudhail bin Musa berkata, “Fudhail bin Iyadh dahulunya seorang perampok di bawah kekuasaan Ayburad dan Sarkhas, namun kemudian ia bertaubat. Sebab taubatnya ialah bahwa ia mencintai seorang wanita. Ketika sedang menaiki sebuah dinding untuk menemui kekasihnya itu, tiba-tiba ia mendengar seseorang sedang membaca ayat, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun [kepada mereka].” (QS. al-Hadid: 16) Ketika mendengar itu, ia menjawab, “Tentu wahai Tuhanku, telah tiba saatnya.” la segera pulang, namun malam membawanya singgah di sebuah bangunan runtuh yang ternyata di dalamnya terdapat beberapa orang yang juga kemalaman. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya, “Mari kita melanjutkan perjalanan.” Temannya menyahut, “Bagaimana kalau di tengah perjalanan ada Fudhail?” Fudhail mendengar percakapan itu. la merenungkannya lantas berkata, “Namaku disebut-sebut di malam hari dalam kemaksiatan sedangkan mereka merasa takut kepadaku. Tidaklah Allah menunjukkanku kepada mereka, melainkan agar aku sadar. Ya Allah, kini aku bertaubat kepada-Mu.”
Lalu Fudhail pergi ke Kufah untuk menuntut ilmu. Dia pun akhirnya menjadi seorang yang ahli dalam Hadits. Fudhail berpaling dari kemewahan duniawi. Sekalipun ribuan dinar di sodorkan kepadanya dari para penguasa dan raja, namun ia menolaknya. ia tidak ingin memasukkan ke dalam perutnya. Kecuali yang jelas-jelas halal karena mengamalkan firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang halal dan yang baik dari apa yang ada di bumi.” Dia selalu mengingat cerita Sa’ad bin Abi Waqqash saat bertutur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah kepada Allah agar aku menjadi orang yang do’anya dikabulkan.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hai Sa’ad, bersihkanlah makananmu, niscaya do’amu dikabulkan. Demi Allah Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya seseorang manakala memasukkan ke dalam dirinya makanan haram, maka ibadahnya ditolak selama empat puluh hari. Dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba, maka neraka paling layak baginya.” Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima, kecuali yang baik.”
Fudhail adalah seorang faqih yang mumpuni. Mengenai ibadah dia pernah berkata, “Seorang hamba tidak akan mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada ibadah fardhu. Ibadah fardhu adalah modal, sedangkan nawafil (amalan sunnah) adalah keuntungan.” Ucapannya ini dipetik dari sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsi yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, “Barangsiapa memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya. Tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari apa yang Aku fardhukan kepadanya. Dan hamba-Ku akan selalu bertaqarrub kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, menjadi matanya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia berbuat, serta menjadi kakinya yang dengannya ia melangkah. Manakala ia meminta kepada-Ku, Aku sungguh memberinya dan jika memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku benar-benar memberinya perlindungan.” (Muttafaq ‘alaih)
Fudhail banyak memberikan nasihat-nasihat. Di antara ungkapan-ungkapan nasihatnya ialah:
“Jauhilahmanusiatanpaharusmeninggalkanjama’ah.”
“Siapa saja yang mencintai pelaku bid’ah, maka amalnya akan dihapus oleh Allah dan akan dikeluarkan dari relung kalbuny a cahaya Islam.”
“Barangsiapa membantu pelaku bid’ ah, berarti ia membantu menghancurkan Islam.”
Pandangan Fudhail bin ‘lyadh tentang Kekuasaan
Fudhail memberi sangat membenci kekuasaan politis. Mengenai hal ini Fudhail berkata, “Seseorang mendekati bangkai yang berbau busuk jauh lebih baik daripada mendekati mereka para penguasa.” Ia juga berkata, “Seandainya ulama bersikap zuhud terhadap dunia, pasti leher-leher para penguasa tiran akan tunduk kepada mereka.” Dia pernah memberi nasihat kepada Imam Suryan bin ‘Uyainah, seorang ulama besar, “Kalian, wahai para ulama, adalah lampu yang menerangi negeri. Tetapi, kemudian kalian menjadi lapisan kegelapan. Kalian adalah bintang yang dijadikan pedoman, namun setelah itu kalian menjadi sesuatu yang membingungkan. Tidakkah seseorang dari kalian malu kepada Allah bila datang kepada para penguasa lalu mendapatkan harta dari mereka, sementara ia tidak mengetahui dari mana asalnya harta itu. Kemudian ia kembali mengajar dengan bersandar pada mihrab seraya berkata, “Si Fulan telah raenceritakan kepadaku dari Si Fulan.” Ia juga berkata, “Mengapa kalian mendekati para penguasa? Padahal betapa besar pemberian mereka kepada kalian; mereka telah meninggalkan jalan akhirat untuk kalian, sementara kalian justru berdesak-desakan di atas jalan dunia.”
Harun al-Rasyid memiliki jalan menuju kemewahan hidup, namun terkadang ia memiliki rasa takut yang sangat kepada Allah. Ia berkata kepada Fudhail, “Betapa zuhudnya engkau.” Fudhail membalas, “Engkau lebih zuhud dariku. Karena zuhudku terhadap dunia dan ia memang sesuatu yang fana, sedangkan zuhudmu terhadap akherat, padahal ia abadi.”
Fudhail dan Al-Quran
Fudhail meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Allah tidak akan menyia-nyiakan seorang hamba yang bangun shalat di tengah malam lalu membaca surat al-Baqarah dan Ali Imran, dan sebaik-baiknya perbendaharaan seorang Mukmin adalah al-Baqarah dan Ali Imran.” Ia pernah bertutur, “Para qari al-Rahman ialah mereka yang memiliki kelembutan dan ketundukan, sedangkan para qari penguasa ialah mereka yang yang memiliki kesombongan, ujub, dan suka meremehkan orang lain.”
Menurut Fudhail, pembawa Al-Quran adalah pembawa bendera Islam. Tidak patut baginya untuk bermain-main seperti orang-orang yang suka bermain-main dan menganggur, juga tidak lalai sebagaimana orang yang biasa lalai.
Fudhail sebagai Ahli Hadits
Fudhail bin ‘lyadh adalah seorang cerdas, kuat hapalannya, dan juga wara’. Tiga sifat ini merupakan modal utama seorang ahli hadits. Dia paham betul tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berdusta kepadaku secara sengaja, maka bersiap-siaplah menempati tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari)
Menurut Ibnu Sa’ad, Fudhail adalah seorang yang tsiqah, pemilik keutamaan, wara’, ahli ibadah, dan banyak menyimpan Hadits. Sementara bagi Imam Nawawi, hadis yang diriwayatkan oleh Fudhail itu Shahih.
Suatu ketika, dia melihat sekelompok ahli hadits bercanda sambil tertawa-tawa. Maka, ia menegur mereka, “Hati-hatilah, wahai pewaris Nabi.” Lalu ia berkata, “Kalian adalah imam yang diikuti.”
Di antara Hadits yang diriwayatkannya ialah, “Di antara yang didapati manusia dari ucapan kenabian pertama kali ialah, “Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.” Ia meriwayatkan juga dan Sayyidah Aisyah bahwa ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahii ‘alaihi wa sallam membalas kezhaliman sama sekali selama tidak berkenaan dengan pelanggaran terhadap apa yang dilarang Allah. Tetapi, bila satu dari larangan-larangan Allah diterjang, maka beliau orang yang paling marah dalam masalah ini. Dan tidaklah beliau diharuskan memilih antara dua pilihan, melainkan memilih yang paling ringan dari keduanya selama itu tidak akan menjadi dosa.” (HR. Muslim)
Fudhail Ahli Tasawuf
Menurut Fudhail, orang yang mengenal Allah dan jalan mahabbah tanpa disertai rasa takut, maka ia akan hancur dengan kegembiraan dan kesenangan. Orang yang mengenal Allah tanpa mengetahui jalannya, ia akan menyimpang dan bertambah jauh dari-Nya. Dan orang yang mengenal Allah melalui jalan keduanya (ma’rifah dan suluk), maka Allah akan mencintainya, mendekatinya, memuliakannya, dan menunjukinya [jalan menuju ke sisi-Nya.
Ketika Abdullah bin Malik bertanya kepadanya, “Bagaimana cara keluar dari persoalan yang membelit?” Ia menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Coba jawab, apakah orang yang taat kepada Allah Ta ‘ala dicelakakan oleh kemaksiatan seseorang?”
“Tidak,” jawab Abdullah.
“Apakah orang yang bermaksiat kepada Allah akan mendapat manfaat dari ketaatan seseorang?” tanyanya lagi.
“Tidak,” Abdullah kembali menjawab.
“Itulah jalan keluar, kalau memang engkau mau,” lanjut Fudhail. Lalu ia membaca ayat, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang murni (bersih dari syirik). ” (QS. az-Zumar: 2-3)
Fudhail meninggal dan dimakamkan di Bab Mushalla.
Pidato dari mulut kecil yang Memecah Hati Orang-orang BESAR
Copas dari punya temen :)
Inilah pidato seorang anak
yang menggetarkan para
pemimpin PBB Cerita ini berbicara mengenai
seorang anak yg bernama Severn
Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun
telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah
kelompok kecil anak yg
mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan
pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan. Dan mereka pun diundang
menghadiri Konfrensi Lingkungan
hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg
berusia 12 Tahun memberikan
sebuah pidato kuat yg memberikan
pengaruh besar ( dan
membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang
anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB
hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang
terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada
anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber:
The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki,
berbicara mewakili E.C.O -
Enviromental
Children Organization
"Kami adalah kelompok dari Kanada
yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba
membuat perbedaan: Vanessa
Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya
sendiri. Kami menggalang dana
untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil
untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda
harus mengubah cara anda, hari ini
di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya
menginginkan
masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah
sama seperti kalah dalam pemilihan
umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya
berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-
anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi
terdengar. Saya berada disini untuk berbicara
bagi binatang-binatang yang
sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya
diseluruh planet ini karena
kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak
di dengar. Saya merasa takut untuk berada
dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya
merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa
yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di
Vancouver bersama ayah saya
hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan
bahwa ikan-ikannya penuh dengan
kanker. Dan sekarang kami mendengar
bahwa binatang-binatang dan
tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap
harinya - hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki
mimpi untuk melihat kumpulan
besar
binatang-binatang liar, hutan rimba
dan hutan tropis yang penuh
dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi
sekarang saya tidak tahu apakah
hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk
dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus
khawatir terhadap masalah-masalah
kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia
sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita
dan walaupun begitu kita masih
tetap
bersikap bagaikan kita masih
memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak
memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya
ingin anda sekalian menyadari
bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya
memperbaiki lubang pada lapisan
ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara
mengembalikan ikan-ikan salmon ke
sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya
mengembalikan binatang-binatang
yang
telah punah. Dan anda tidak dapat
mengembalikan hutan-hutan
seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya
berupa padang pasir. Jika anda
tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-
negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau
politisi - tetapi sebenarnya anda
adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan
bibi
- dan anda semua adalah anak dari
seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil,
namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga
besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta
rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang
sama - perbatasan dan
pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil
namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan
yang sama dan kita seharusnya
bersatu
untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak
buta, dan walaupun takut, saya
tidak
ragu untuk memberitahukan dunia
apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak
melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian
membuang nya, beli dan kemudian
buang.
Walaupun begitu tetap saja negara- negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih
dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita,
kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan
yang nyaman, dengan sandang,
pangan
dan papan yang berkecukupan -
kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini,
kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-
anak yang hidup di jalanan. Dan
salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan
memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan,
tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " . Jika seorang anak yang berada
dijalanan dan tidak memiliki
apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa
kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti
memikirkan bahwa anak-anak
tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat
kelahiran anda dapat membuat
perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa
saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di
Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang
korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang anak kecil,
namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang
dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan
jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-
kanak, anda mengajarkan kami
untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan
pada kami untuk tidak berkelahi
dengan orang lain, untuk mencari jalan
keluar, membereskan kekacauan
yang
kita timbulkan; untuk tidak
menyakiti makhluk hidup lain,
untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu
mengapa anda kemudian melakukan
hal yang
anda ajarkan pada kami supaya
tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda
menghadiri konperensi ini,
mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah
anak-anak anda semua. Anda
sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti
apa yang akan kami tinggali. Orang
tua
seharus nya dapat memberikan
kenyamanan pada anak-anak mereka
dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-
baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan
dan ini bukanlah akhir dari
segalanya." Tetapi saya tidak merasa bahwa
anda dapat mengatakan hal
tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami
bahkan ada dalam daftar prioritas
anda semua? Ayah saya selalu berkata,
"Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-
katamu". Jadi, apa yang anda lakukan
membuat saya menangis pada
malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa
kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas
perhatiannya.
*********** Servern Cullis-Suzuki telah
membungkam satu ruang sidang
Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-
orang penting dari seluruh dunia
hanya dengan pidatonya. Setelah
pidatonya selesai serempak seluruh
orang
yang hadir diruang pidato tersebut
berdiri dan memberikan tepuk
tangan yang meriah kepada anak berusia 12
tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB
mengatakan dalam pidatonya: " Hari ini saya merasa sangatlah
malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan
betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang
hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa
selembarpun naskah untuk
berpidato.
Sedangkan saya maju membawa
berlembar naskah yang telah dibuat
oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak
kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun."
Inilah pidato seorang anak
yang menggetarkan para
pemimpin PBB Cerita ini berbicara mengenai
seorang anak yg bernama Severn
Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun
telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah
kelompok kecil anak yg
mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan
pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan. Dan mereka pun diundang
menghadiri Konfrensi Lingkungan
hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg
berusia 12 Tahun memberikan
sebuah pidato kuat yg memberikan
pengaruh besar ( dan
membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang
anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB
hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang
terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada
anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber:
The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki,
berbicara mewakili E.C.O -
Enviromental
Children Organization
"Kami adalah kelompok dari Kanada
yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba
membuat perbedaan: Vanessa
Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya
sendiri. Kami menggalang dana
untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil
untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda
harus mengubah cara anda, hari ini
di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya
menginginkan
masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah
sama seperti kalah dalam pemilihan
umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya
berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-
anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi
terdengar. Saya berada disini untuk berbicara
bagi binatang-binatang yang
sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya
diseluruh planet ini karena
kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak
di dengar. Saya merasa takut untuk berada
dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya
merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa
yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di
Vancouver bersama ayah saya
hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan
bahwa ikan-ikannya penuh dengan
kanker. Dan sekarang kami mendengar
bahwa binatang-binatang dan
tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap
harinya - hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki
mimpi untuk melihat kumpulan
besar
binatang-binatang liar, hutan rimba
dan hutan tropis yang penuh
dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi
sekarang saya tidak tahu apakah
hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk
dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus
khawatir terhadap masalah-masalah
kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia
sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita
dan walaupun begitu kita masih
tetap
bersikap bagaikan kita masih
memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak
memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya
ingin anda sekalian menyadari
bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya
memperbaiki lubang pada lapisan
ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara
mengembalikan ikan-ikan salmon ke
sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya
mengembalikan binatang-binatang
yang
telah punah. Dan anda tidak dapat
mengembalikan hutan-hutan
seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya
berupa padang pasir. Jika anda
tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-
negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau
politisi - tetapi sebenarnya anda
adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan
bibi
- dan anda semua adalah anak dari
seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil,
namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga
besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta
rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang
sama - perbatasan dan
pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil
namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan
yang sama dan kita seharusnya
bersatu
untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak
buta, dan walaupun takut, saya
tidak
ragu untuk memberitahukan dunia
apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak
melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian
membuang nya, beli dan kemudian
buang.
Walaupun begitu tetap saja negara- negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih
dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita,
kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan
yang nyaman, dengan sandang,
pangan
dan papan yang berkecukupan -
kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini,
kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-
anak yang hidup di jalanan. Dan
salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan
memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan,
tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " . Jika seorang anak yang berada
dijalanan dan tidak memiliki
apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa
kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti
memikirkan bahwa anak-anak
tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat
kelahiran anda dapat membuat
perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa
saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di
Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang
korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang anak kecil,
namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang
dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan
jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-
kanak, anda mengajarkan kami
untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan
pada kami untuk tidak berkelahi
dengan orang lain, untuk mencari jalan
keluar, membereskan kekacauan
yang
kita timbulkan; untuk tidak
menyakiti makhluk hidup lain,
untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu
mengapa anda kemudian melakukan
hal yang
anda ajarkan pada kami supaya
tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda
menghadiri konperensi ini,
mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah
anak-anak anda semua. Anda
sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti
apa yang akan kami tinggali. Orang
tua
seharus nya dapat memberikan
kenyamanan pada anak-anak mereka
dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-
baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan
dan ini bukanlah akhir dari
segalanya." Tetapi saya tidak merasa bahwa
anda dapat mengatakan hal
tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami
bahkan ada dalam daftar prioritas
anda semua? Ayah saya selalu berkata,
"Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-
katamu". Jadi, apa yang anda lakukan
membuat saya menangis pada
malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa
kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas
perhatiannya.
*********** Servern Cullis-Suzuki telah
membungkam satu ruang sidang
Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-
orang penting dari seluruh dunia
hanya dengan pidatonya. Setelah
pidatonya selesai serempak seluruh
orang
yang hadir diruang pidato tersebut
berdiri dan memberikan tepuk
tangan yang meriah kepada anak berusia 12
tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB
mengatakan dalam pidatonya: " Hari ini saya merasa sangatlah
malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan
betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang
hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa
selembarpun naskah untuk
berpidato.
Sedangkan saya maju membawa
berlembar naskah yang telah dibuat
oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak
kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun."
Senin, 02 Januari 2012
Seharusnya, aku begini.... :'(
Fudhail
bin Iyadh berkata,
"Jika anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain,
maka laksanakanlah.
Anda tidak merugi sekiranya anda tidak terkenal.
Anda juga tidak merugi sekiranya anda tidak disanjung orang lain.
Demikian pula,
janganlah gusar jika anda menjadi orang yang tercela di mata manusia,
tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah"
Fudhail
bin Iyadh berkata,
"Jika anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain,
maka laksanakanlah.
Anda tidak merugi sekiranya anda tidak terkenal.
Anda juga tidak merugi sekiranya anda tidak disanjung orang lain.
Demikian pula,
janganlah gusar jika anda menjadi orang yang tercela di mata manusia,
tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah"
"Jika anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain,
maka laksanakanlah.
Anda tidak merugi sekiranya anda tidak terkenal.
Anda juga tidak merugi sekiranya anda tidak disanjung orang lain.
Demikian pula,
janganlah gusar jika anda menjadi orang yang tercela di mata manusia,
tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah"
Langganan:
Postingan (Atom)